Jumat, 20 Januari 2017

Memorie terindah bersama sahabat satrasia 2015 C

Januari 2017


Pernahkah kita melihat bintang di malam sunyi?
Tentang Rembulan yang selalu tersenyum meluhat cerita kita bersama sahabat-sahabatku.
Jika kelak kita sudah menemukan jalan kita masing-masing, ingatlah bahwa kita pernah menempuh sebuah jalan bersama. Jalan yang penuh liku dengan tanjakan dan turunan juga dengan bebatuan dan air di sekitarnya. Ingatlah bahwa jalan itu pernah kita lalui untuk melangkah bersama.

Untuk mu, para sahabat ku.
Jika kelak kita sudah menemukan orang yang akan menemani hidup kita masing-masing, ingatlah bahwa kita pernah saling menemani dalam jejak langkah kita. Kita saling menemani dalam suka dan duka, dalam canda dan tawa, serta dalam susah dan lapang. Kalian menemani ku dan aku pun menemani kalian. Saat itu kita bersama merasakan dunia kita bersama.

Untuk mu, para sahabat ku.
Jika kelak kita menemukan kesulitan dalam hidup kita masing-masing, ingatlah bahwa kita juga pernah berusaha mendaki jurang cobaan selama kita bersama. Kita mendakinya bukan hal yang mudah dan dapat terlewati dalam waktu yang singkat. Akan tetapi kita bisa membuktikan bahwa kita bisa melaluinya. Kita berhasil dan kita tersenyum setelahnya. Bila saat-saat seperti itu terulang kembali, ingatlah saat itu. Yakinlah bahwa engkau bisa melaluinya. Dan jika engkau tidak bisa melewatinya sendiri, berbagilah dengan ku. Berbagilah agar engkau merasa ringan karena persahabatan kita tidak akan berakhir di sana.

Untuk mu, para sahabat ku.
Jika suatu saat kita terpisah jarak, ruang dan waktu, ingatlah jika kita pernah bersama dalam satu jarak, ruang dan waktu. Saat itu kita benar-benar bahagia meskipun terkadang kita melewati banyak kerikil kehidupan yang membuat kita bertengkar tapi kita akan tetap tersenyum dan tertawa kembali pada akhirnya.

Untuk mu, para sahabat ku.
Aku sungguh bahagia bisa mengenal kalian. Sungguh bangga bisa memiliki kalian sebagai sahabat. Sebuah kehormatan bisa bersama kalian. Persahabatan yang tak ternilai harganya pernah kita rajut bersama dan ku harap itu akan terus berlanjut sepanjang hidup kita. Bila suatu saat aku melupakan kalian, tolong ingatkan aku tentang kalian, tentang kita. Jangan biarkan aku melupakan kalian karena kalian juga pernah jadi bagian dari kisah hidup ku. Aku menyayangi kalian dan ku harap akan terus menyayangi kalian sepanjang hidup ku.

Untuk mu, para sahabat ku.
Terima kasih untuk kisah yang telah kita rajut selama ini. Semoga rajutan itu masih terus berlanjut sepanjang hidup kita dan menghasilkan rajutan yang indah. Rajutan itu akan kita kenang sepanjang hidup kita. Sekali lagi, terima kasih untuk kalian, para sahabat ku, yang telah menemani ku berbagi kisah dalam suka dan duka, sedih dan senang, serta sulit dan lapang. Kalian adalah orang-orang terbaik yang dipilihkan Tuhan untuk menemani langkah ku. Terima kasih.

* Vand, Sandy, Selny, Rolan, Risan, Sergi, Velsi, Ecak, Selfy, Any, Lita, Reza, Infri, Ecak, Serta teman2 yg lainnya...




Kamis, 19 Januari 2017

Liku-liku Kehidupan Universitas Kajuruhan Malang

Kehidupan yg berfilosofi pd sudut pandang estetis trkadang mendefenisikan dunia dengan cara berbeda. Pola dlm berpikir hanyalah imajinasi sebagai curahan isi hati. Penalarannyapun jauh dari hedonis, politik, ilmiah yg beresensi pada kerja otak seutuhnya. dekapan perasaan datangnya dari hati , kemudian diterjemahkan akal budi menjadi keindahan yang berwujud seni, entah itu sastra, instrumen maupun budaya, dll. Disini esensi kehidupan yg memperjuangkan kebahagian, kenyamanan bersumber dari keindahan. Bukan pada hal materialistik , kepuasan dan kejayaan yang kadang berimplikasi pd hal kriminal seperti anarkis, pembunuhan, perampokan, maupun pemermosaan. Hati nurani dilumpuhkan pemikiran emotif, rakus, nafsu dan egois.. Imbasnya pun kembali pda peradaban sekarang, dan tak pernah tau kapan selesainya.
Untuknya, lihatlah dunia dengan hati bukan dgn logika semata;)

Jumat, 26 Februari 2016

Kuliah hari ini

Kenangan indah di belakang hospot kampus

2 minggu awal perkuliahan semester 2 tahun pertama prodi satrasia di universitas kanjuruhan Malang, kami langsung disuguhi berbagai macam tugas dan orther dari dosen...
Van, felsi, dan Rain adalah teman ku kali dalam menyelesaikan tugas kritik sastra
 indonesia... Ya, tergolong rumit meskipun sedikit enjoy dan happy menjalaninya.. Mulai dari mencari artikelnya di koran sampe dengan mengunjungi perpustakaan kampus.. sekian postingan kali, syukurlah kami dapat menyelesaikan tugas dengan baik..










































































































































panorama hidup

Tidak terasa hampir 2 tahun saya di Malang, begitu banyak pengalaman dan tantangan yang telah kulalui di Malang, terlebih khusus di kampusku tercinta Universitas Kanjuruhan Malang. Semuanya dilalui begitu saja, kadang ada susah senang, terharu yang saya peroleh selama saya di Malang. Terkadang ada kisah-kisah baru yang tak pernah terkira olehku disini. semuanya terjadi begitu saja. so, apapun itu. perfect thinking saja karena inilah hidup...
Memang berat untuk dijalani, namun terkadang ada juga hal terindah yang menginspirasi.. boleh dibilang hidup ini seperti isi dari sebuah cangkir kopi, ada gula yang menaburkan rasa manis dan ada juga kopi yang menaburkan rasa pahit.. begitulah hidup, sangat tepat jika dianalogikan dengan secangkir kopi..